Debat Panas Guardiola Haaland Akhirnya Terungkap Pep Ungkap Penyebab Sebenarnya Usai City Tekuk Leeds
Manchester City meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Leeds United, namun situasi memanas muncul setelah laga berakhir. Erling Haaland terlihat meluapkan frustrasi karena gagal mencetak gol, sementara Pep Guardiola segera menghampirinya. Keduanya terlibat percakapan sengit sebelum Guardiola memeluk Haaland dua kali untuk meredakan ketegangan. Adegan itu langsung menarik perhatian publik karena terjadi di momen krusial bagi City yang ingin bangkit dari dua kekalahan beruntun.
Drama 90 Menit: City Menguasai Laga, Leeds Membalas Secara Mengejutkan
Sejak awal pertandingan, City menunjukkan dominasi. Phil Foden dan Josko Gvardiol membawa City unggul 2-0, namun Leeds justru membalas melalui Dominic Calvert-Lewin dan Lukas Nmecha.
Selanjutnya, ketika pertandingan memasuki masa tambahan waktu, Foden kembali membawa City unggul lewat aksi individual yang menaklukkan Lucas Perri.
Dengan hasil ini, City naik ke peringkat dua klasemen dan mempertahankan tekanan terhadap Arsenal yang memimpin empat poin di atasnya.
Haaland Menahan Kecewa: Rekor Gol ke-100 Tertunda
Haaland tampil sebagai salah satu pemain yang paling kecewa. Meski memimpin daftar top skor musim ini, ia gagal menambah koleksi golnya. Ia juga harus menunda ambisinya menjadi pemain tercepat yang mencapai 100 gol Premier League.
Selain itu, pertandingan menghadapi Leeds membawa tekanan emosional tersendiri karena ayahnya pernah bermain untuk klub tersebut. Kondisi itu membuat intensitas emosinya meningkat hingga akhirnya ia terlibat dialog tegang dengan Guardiola.
Setelah pertandingan, Haaland menegaskan fokus tim melalui unggahan singkat:
“Tidak mudah hari ini, tetapi kami tidak pernah menyerah.”
Isi Percakapan Terungkap: Guardiola Menegaskan Tidak Ada Konflik
Guardiola akhirnya membeberkan isi percakapan yang sempat memicu spekulasi. Ia langsung menjelaskan bahwa tidak ada pertengkaran besar.
Menurutnya, ia hanya menekankan pentingnya pemulihan bagi Haaland.
Ia berkata,
“Dia akan mencetak gol ke-100 di pertandingan berikutnya.”
Guardiola kemudian menambahkan,
“Kami berbicara tentang pentingnya istirahat. Tubuhnya sangat besar, menit bermainnya banyak, dan ia perlu memulihkan tenaga bukan hanya di kaki, tetapi juga di kepala. Kami membutuhkan dirinya dalam kondisi terbaik.”
Dengan kata lain, Guardiola ingin menegaskan bahwa percakapan itu murni terkait aspek teknis dan fisik, bukan emosi atau kemarahan.
Guardiola Mengkritik Performa Tim: City Seharusnya Mengakhiri Pertandingan Lebih Cepat
Dalam konferensi pers, Guardiola menyoroti permainan timnya. Ia menilai City sebenarnya memiliki peluang besar untuk menyelesaikan pertandingan sejak babak pertama.
Ia menjelaskan,
“Pertandingan tidak berjalan sempurna pada babak pertama, tetapi kami seharusnya mengakhiri laga lebih cepat melalui peluang yang kami dapatkan. Setelah Leeds mengubah sistem menjadi 5-3-2, mereka mulai mengganggu ritme kami.”
Sebagai respons, Guardiola memasukkan Omar Richards dan Rayan Cherki untuk menambah dinamika di kotak penalti. Perubahan itu membuat City kembali menekan hingga Foden memastikan kemenangan pada menit akhir.
Jadwal Berat Menanti: City Harus Bergerak Cepat
Setelah kemenangan berharga ini, City langsung menatap rangkaian laga padat.
Mereka akan menghadapi Fulham pada Selasa, menjamu Sunderland pada akhir pekan, dan kemudian bertandang ke markas Real Madrid pada 10 Desember dalam duel besar Liga Champions.
