Amorim Pergi, Rashford Kembali? Owen Hargreaves Buka Peluang Rekonsiliasi di Manchester United
Amorim Pergi, Rashford Kembali Owen Hargreaves Buka Peluang Rekonsiliasi di Manchester United
Manchester United kembali menghadapi fase penuh gejolak. Manajemen klub secara resmi memecat Ruben Amorim setelah 14 bulan masa kepelatihannya, sebuah keputusan yang langsung mengubah peta internal tim. Seiring dengan itu, perhatian publik kembali tertuju pada Marcus Rashford, sosok yang sebelumnya tersingkir dari rencana utama.
Kepergian Amorim bukan hanya menutup satu periode singkat, tetapi juga membuka peluang baru bagi sejumlah pemain yang sempat kehilangan tempat. Dalam konteks ini, nama Rashford mencuat sebagai figur sentral.
Rashford dan Amorim: Ketegangan yang Berujung Perpisahan
Sejak awal, hubungan Marcus Rashford dan Ruben Amorim tidak pernah berjalan mulus. Amorim menerapkan pendekatan taktik yang kaku, sementara Rashford kesulitan menemukan peran idealnya di dalam sistem tersebut. Akibatnya, ketegangan terus meningkat sepanjang musim.
Kemudian, situasi tersebut memaksa klub mengambil langkah sementara dengan meminjamkan Rashford ke Aston Villa pada awal 2025. Setelah itu, Rashford melanjutkan kariernya ke Barcelona pada bursa transfer musim panas. Namun kini, setelah Amorim angkat kaki, hambatan terbesar bagi kembalinya Rashford ke Old Trafford ikut menghilang.
Owen Hargreaves: Rashford Adalah Aset, Bukan Beban
Di tengah spekulasi yang berkembang, Owen Hargreaves tampil memberikan pembelaan tegas. Mantan gelandang Manchester United itu menilai klub selama ini memperlakukan Rashford secara tidak adil.
“Marcus adalah pemain spesial dan saya ingin dia kembali,” ujar Hargreaves kepada TNT Sports.
“Terlepas dari apa yang terjadi dengan Amorim, semua orang tahu kualitas Marcus tidak pernah hilang.”
Lebih lanjut, Hargreaves menegaskan bahwa Rashford tidak menyebabkan masalah di United. Sebaliknya, kekacauan struktural klub justru menekan performanya.
Beban Berlebihan Menghambat Performa Rashford
Selain itu, Hargreaves menyoroti kesalahan mendasar dalam pembangunan skuad. Menurutnya, United terlalu cepat menjadikan Rashford sebagai figur utama tanpa memberikan dukungan pemain senior yang memadai.
“Klub seharusnya tidak membiarkan Marcus memikul semua tanggung jawab,” jelasnya.
“Dalam tim yang seimbang, dia cukup menjadi opsi ketiga atau keempat. Dengan begitu, tekanan akan jauh berkurang.”
Lebih jauh, ia menilai United kerap membebani pemain muda sebagai tulang punggung tim, padahal proses ideal seharusnya berjalan bertahap.
Bangkit di Spanyol, Rashford Menjawab Keraguan
Sementara itu, Rashford membuktikan kapasitasnya di luar Inggris. Bersama Barcelona dan di bawah arahan Hansi Flick, ia kembali menemukan performa terbaiknya. Hingga kini, Rashford telah mencatatkan 15 kontribusi gol dari 25 pertandingan di semua kompetisi.
Barcelona memegang opsi untuk mempermanenkan Rashford dengan nilai sekitar €40 juta. Akan tetapi, keterbatasan finansial serta struktur gaji klub membuat realisasi transfer tersebut masih penuh tanda tanya.
United Bersiap Mengambil Langkah Strategis
Di sisi lain, Manchester United kini memasuki masa transisi. Klub menunjuk Darren Fletcher sebagai manajer interim sembari menyiapkan pelatih permanen. Oleh karena itu, keputusan terkait Rashford akan sangat bergantung pada arah proyek baru klub.
Sejumlah laporan dari Spanyol menyebutkan bahwa meski Barcelona tertarik mempertahankan Rashford, United berencana membuka negosiasi untuk memulangkannya ke Old Trafford.
Efek Domino di Kursi Kepelatihan Eropa
Selain membahas Rashford, Hargreaves juga menyinggung waktu pemecatan Amorim yang menurutnya cukup mengejutkan. Ia menilai tekanan ekstrem di sepak bola modern membuat posisi pelatih semakin rapuh.
“Keputusan ini memang datang tiba-tiba, tetapi biasanya ada banyak masalah yang menumpuk di balik layar,” kata Hargreaves.
“Kita sudah melihat hal serupa di klub besar lain. Saya yakin efek domino pergantian pelatih akan terus berlanjut.”
Rashford di Titik Penentuan Karier
Kini, Marcus Rashford berdiri di persimpangan penting. Ia bisa melanjutkan kebangkitannya di Spanyol atau kembali ke klub yang membesarkan namanya untuk memulai lembaran baru.
Namun demikian, satu pesan Owen Hargreaves terdengar jelas: Manchester United masih memiliki pemain kelas atas di dalam diri Marcus Rashford. Pertanyaannya kini bukan lagi soal kualitas, melainkan apakah klub siap memberikan lingkungan yang tepat untuk membuatnya kembali bersinar.
